24 Mei 2013

Galeri AMKT Ruhui Rahayu


 

AMKT Ruhui Rahayu


Teras



 Ruang Tamu

 
Ruang Keluarga


Parkiran (Basement)

Kulkas Dapur



Mushola

Kamar Tidur

 

 


15 Mei 2013

PENGHUNI AMKT RUHUI RAHAYU





Arini Kartika



 Arie Nurhayati

 Clara

 Dila

 Fitria Maaruf

 Siti Nursholawati

 Mada Riska

 Marlina
 Meige
 Amelia Firnanda
 Keke Adelia
 Riskiana
 Nurul Pratiwi
 Amalia Laili Baroqah
 Rhania Tinnisyah
 Regina Dwistika
 Sabrina Nadhila
Sarah Ulfa

Rifa'atul Amalina

28 Nov 2012

Asal Usul Gelar Andi pada Bangsawan Bugis

Oleh Riskiana Permada
Asal-usul gelar andi yang disematkan di depan nama bangsawan bugis memang menjadi pertanyaan banyak

orang. Bermacam-macam pendapat dari para sejarawan ataupun cerita orang-orang tua dulu tentang awal

munculnya gelar andi di dalam masyarakat bugis, namun belum ada yang dapat menunjukkan bukti atau

sumber yang benar-benar dapat dijadikan rujukan mutlak.

TIPS BELANJA HEMAT



Oleh Arini Kartika


Pada awal bulan, biasanya para wanita “rela” menghabiskan waktunya berlama-lama di supermarket. Tanpa mereka sadari setengah dari isi dompetnya sudah habis dan ujung-ujungnya adalah penyesalan karena uang belanja tidak cukup untuk akhir bulan. Berikut ini adalah tips untuk belanja hemat.

1.       Siapkan memo atau tulisan tentang kebutuhan anda yang harus dibeli. Hal ini bisa menjadi control ketika anda berada di supermarket. Janganlah anda membeli sesuatu yang tidak tertulis di dalam memo anda tersebut.
2.       Jangan belanja dalam keadaan lapar, karena pasti anda akan menggunakan uang anda untuk membeli makanan yang harganya relatif lebih mahal dari budget anda untuk kebutuhan lain.
3.       Jangan pernah belanja ketika anda sedang bingung, karena hal tersebut bisa saja membuat anda lapar mata dan akhirnya membeli sesuatu yang sama sekali tidak perlu
4.       Jangan pernah malu untuk membeli di pasar tradisional atau garage sale yang pasti harganya jauh lebih murah daripada supermarket
5.       Jangan buang  bukti pembelian, karena struk pembelian bisa anda gunakan untuk acuan tempat belanja yang lebih murah.


My inspiration : Buku Pintar Cewek




21 Nov 2012

Hati-hati! Pengobatan-pengobatan 'Rumahan' Ini Bisa Berbahaya

Oleh Jannatul Munawarah

 Saat mengalami masalah kesehatan yang dianggap enteng dan tak perlu bantuan dokter, kebanyakan orang akan mencoba pengobatan-pengobatan ala rumah. Tapi sebaiknya Anda berhati-hati, karena tidak semua pengobatan rumah aman.

Memang tidak setiap pengobatan ala rumah buruk bagi kesehatan. Anda hanya perlu menggunakan akal sehat untuk memilih yang aman untuk tubuh. Namun beberapa pengobatan rumah ini sebaiknya dihindari karena dapat berbahaya, seperti dilansir Asiaone, Jumat (9/11/2012):



1. Obati jerawat pakai pasta gigi
Pasta gigi bukan hanya dapat memperburuk jerawat, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi atau 'membakar' area sekitar jerawat. "Beberapa pasta gigi mengandung hidrogen peroksida tingkat tinggi yang dapat membuat kulit seperti terbakar," jelas Dr Cheong Wai Kwong, konsultan dermatologis di Specialist Skin Centre.
Sebagai gantinya, Dr Cheong menyarankan menggunakan air yang dicampur garam atau cuka untuk mengurangi pembengkakan jerawat.


2. Terapi lilin untuk telinga (ear candle)

Ear candle dilakukan dengan lilin yang berongga yang ditempatkan di ujung kanal telinga. Metode ini dilakukan untuk membantu mengeluarkan kotoran di telinga.
Kenapa harus dihindari? "Telinga manusia didesain untuk bisa membersihkan dirinya sendiri. Memasukkan cotton bud atau ear candle ke dalam telinga sering menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga atau kompresi kotoran telinga, yang akhirnya memblokir telinga," jelas Dr A. B. John, dokter bedah THT senior dari Mount Elizabeth Medical Centre. 
3. Memotong kutil di tangan

Tidak sedikit orang yang gemas ingin menggunting kutil kering di tangan, yang akhirnya menyebabkan infeksi karena pendarahan atau menggunakan alat potong yang kotor.
"Jika memotongnya terlalu dalam, dapat menyebabkan kerusakan pada kulit," jelas Dr K. V. Ratnam dari Ratnam's Allergy and Skin Centre. Sebagai gantinya, Dr Ratnam menyarankan menggunakan batu apung untuk mengikis kutil atau operasi dengan dokter ahli. Nah tuh sudah tau kan. Jadi kalo kita punya kutil, dipelihara aja ya, Jangan digunting apalagi diiris pake pisau.

4. Pakai mentega untuk luka bakar

"Jika luka bakar dalam, menggunakan mentega hanya akan menyebabkan infeksi. Mentega tidaklah steril dan kulit sudah kehilangan fungsi pelindung karena terbakar. Ketika mentega digunakan pada luka bakar, itu dapat mengundang bakteri," jelas Dr Ratnam.
Jika luka bakarnya ringan, Dr Ratnam menyarankan cukup menggunakan air dingin (bukan air es) yang mengalir untuk mengurangi sakit yang ditimbulkan karena panas. Jangan menggunakan air es karena dapat mengkerutkan peredahan darah. Jika muncul lesi berisi cairan, Anda bisa menusuknya dengan jarum steril tetapi usahakan agar kulit tetap utuh. Gunakan kompres basah setelah itu untuk membantu menyedot kelebihan cairan.
5. Keluarkan tulang ikan pakai jari
"Jangan menggunakan jari untuk mengeluarkan tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan karena hal itu justru dapat berisiko mendorong tulang ikan lebih jauh ke tenggorokan. Kuku juga bisa menusuk lapisan di jaringan tenggorokan," jelas Dr Y. H. Goh, konsultan dari Y H Goh Ear Nose and Throat, Head and Neck Surgery.
Segeralah pergi ke dokter karena komplikasi biasanya 
muncul ketika pasien terlalu lama mendapatkan bantuan 
medis. Situasi ini bisa menjadi lebih parah ketika tulang 
terjebak dekat kerongkongan karena ada banyak organ vital 
di bawahnya.

Sumber : http://health.detik.com/read/2012/11/09/152707/2087332/763/1/hati-hati-pengobatan-pengobatan-rumahan-ini-bisa-berbahaya

^SELAMAT MEMBACA, SEMOGA BERMANFAAT^




Mobil Esemka Produksi Indonesia

Oleh  Istiqomah Ila S.



Kiat Esemka adalah mobil produksi Indonesia. Mobil ini menjadi terkenal di Indonesia setelah Joko Widodo, wali kota Solo memakainya sebagai mobil dinasnya. Mobil ini bisa dipesan lewat internet di http://mobilsmk.com

Esemka adalah produk mobil hasil rakitan siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang bekerja sama dengan institusi dalam negeri dan beberapa perusahaan lokal dan nasional. Kandungan komponen lokal (dalam negeri) berkisar antara 50%-90%.

 Sejarah

Pada tahun 2007, Sukiyat, pemilik sebuah bengkel mobil Kiat Motor yang membuat mobil ini, memodifikasi sebuah mobil Land Cruiser yang kemudian menjadi sebuah mobil Toyota Crown. Kemudian ia berkerja sama dengan salah satu SMK, Sukiyat mulai mengerjakan sebuah mobil. Di bengkelnya, ia mengajak anak-anak SMK untuk melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan). Nasibnya secara perlahan mulai berubah, di saat Direktur Pembinaan SMK, Joko Sutrisno hadir dan melihat kreatifitasnya. Joko saat itu meminta Sukiyat membina siswa SMK dan merakit mobil, tanpa menggunakan mesin pabrik.

 

Model

Beberapa prototipe Mobil Esemka sudah diluncurkan, bahkan ada yang sudah siap diproduksi massal, antara lain:

*      Esemka Rajawali
Esemka Rajawali merupakan model SUV bermesin Esemka 1.5i,1.500 cc multi point injection 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 103 horse power(hp) pada putaran 5.500 rpm dengan torsi puncak hingga 145 Nm di 4.100 rpm. Rajawali mampu menampung 7 orang karena mempunyai panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm,dan tinggi 1.630 mm. Rajawali juga telah dibekali sederet fitur elektronik mirip SUV premium lainnya, misalnya power steering, central lock, power window, AC dual zone, sensor parkir, hingga head unit CD player.


Rajawali dirakit oleh SMK Negeri 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta.
Mobil Esemka Rajawali menjadi terkenal setelah Joko Widodo, wali kota Solo memakainya sebagai mobil dinasnya. Esemka Rajawali akan di uji emisi sebelum siap diproduksi massal.


*      Esemka Digdaya

Esemka Digdaya merupakan model pikap kabin ganda yang dirakit oleh SMK 1 Singosari. Kendaraan ini berjenis MPV dan dipamerkan dalam Pameran Produk Indonesia 2009 Di Kemayoran Jakarta. Tenaga penggerak menggunakan mesin eks Timor 1.500 cc. Mobil Esemka Digdaya dirancang multifungsi, baik untuk kenyamanan berkendara maupun niaga. Kuat menampung hingga lima orang dan kabin belakangnya bisa mengangkut sepeda atau barang belanjaan. Digdaya dan Rajawali mempunyai spesifikasi mesin dan bodi yang sama. Mobil Digdaya ini dibandrol dengan harga dibawah Rp. 150 juta. Pilihan-pilihan untuk Rajawali dan Digdaya tersebut antara lain mesin bensin berkapasitas 1.800 cc, 2.000 cc, dan 2.200 cc. Sedangkan untuk yang berbahan bakar diesel sudah disiapkan 2.500cc. Dalam perkembangannya, Esemka Digdaya di kembangkan oleh beberapa SMK diseluruh pelosok tanah air, dan telah dilahirkan Esemka Digdaya II bermesin Esemka 1.5i dari SOLO Jawa Tengah


*      Esemka Bima

Esemka Bima Van 1.5i merupakan model van yang dirakit oleh SMK Negeri 6 Malang.

*      Esemka Hatchback

Esemka Hatchback merupakan model mobil kota dengan mesin 1.5i multi injection.

*      Esemka Surya
Esemka Surya merupakan yang dirakit oleh SMK Muhammadiyah 2 Borobudur bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beberapa model yang dibangun antara lain mobil ambulans, mobil box roti, Sang Surya Esemka Rajawali, Sang Surya Esemka Double Cabin dan Sang Surya Mini Truk. Mobil ambulans yang di luncurkan telah memiliki kelengkapan surat ijin resmi dan telah laik jalan. Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, Yitno, BE, S.Pd mengklaim bahwa Esemka Surya Mini Truk mengandung 90% komponen lokal.

*      Esemka Zhangaro 

Esemka Zhangaro merupakan model pikap niaga yang dirakit oleh SMK Negeri 10 Malang. 

Modelnya mirip mobil yang sudah keluar duluan kayak suzuki dan mitsubisi.


*      Esemka Patua

Esemka Patua adalah truk mini (pikap) yang dirakit SMK 2 Surabaya.




Gagal Uji Emisi

Setelah menempuh perjalanan dari Surakarta menuju Jakarta, maka pada tanggal 27 Pebruari 2012 mobil Esemka Rajawali melakukan Uji Emisi Euro-2 di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BMTP) Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Kendaraan didiamkan selama 6 jam untuk mendinginkan mesin, oli dan air radiator, kemudian Uji Emisi dilakukan dan hanya memakan waktu 19 menit 45 detik, hasil rinci uji emisi secara resmi hanya bisa diumumkan oleh Dirjen Perhubungan Darat sebagai pemberi perintah. BMTP berada di bawah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memiliki sertifikat internasional dan resmi. Ini adalah salah satu langkah yang harus dipenuhi agar mobil tersebut dikatakan layak jalan dan dapat diproduksi massal, setelah mendapatkan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK). Kementerian Perhubungan belum bisa mengeluarkan Sertifikat Uji Tipe Kiat Esemka, karena hasil uji kendaraan tersebut di atas ternyata CO sebesar 11.63 gram/kilometer dan HC+NOx 2,69 gram/kilometer dimana seharusnya maksimum CO 5,0 gram/kilometer dan HC+NOx 0,70 gram/kilometer.


Esemka lulus uji emisi

Tanggal 16 Agustus 2012, merupakan tonggak keberhasilan Esemka, setelah melalui proses perbaikan, akhirnya berhasil melampaui nilai ambang batas Euro 2 dengan hasil CO = 1.544 g/km dan NOx+HC = 0,598 g/km.




Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kiat_Esemka
http://id.wikipedia.org/wiki/Esemka
http://jurug.blogspot.com/2012/01/logo-mobil-esemka-mirip-simbol-bohemian.html

^SELAMAT MEMBACA, SEMOGA BERMANFAAT^